Catatan Kecil dari Rumah Singgah


Saya bersyukur Allah menakdirkan saya sebagai salah seorang relawan Rumah Singgah BFLF. Saya bersyukur, Allah mengizinkan saya bersama orang-orang pilihan-Nya yang sedang diuji, dan sedang disayang Allah. Yang sedang digugurkan dosa-dosanya, yang sedang diijabah doa-doanya.
Saya bersyukur diusia saya sekarang ini, Allah memercayakan saya sebagai penjaga dan pengasuh para pasien di Rumah Singgah. Saya bersyukur, saat ini hari-hari saya dengan mudahnya saya memperoleh kebahagiaan demi kebahagiaan tanpa perlu mengorbankan banyak rupiah di pasar-pasar dan tempat wisata megah nan mewah.
Bagaimana tidak, senyum di wajah pasien-pasien dan pendamping pasien di Rumah Singgah terdapat kebahagiaan tak terkira dari hati kami yang paling dalam. Dan rasa itu, sesungguhnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Saya bersyukur, karena bonus, tunjangan, rezeki, dan kebutuhan kami, Allah langsung yang menanggung dan memfasilitasinya. Sungguh saya tidak sedang mengarang atau berkhayal. Inilah yang saya rasakan semenjak saya berada bersama orang-orang yang Allah muliakan.
Semua kebutuhan saya terpenuhi bahkan sebelum saya sempat berpikir bahwa saya membutuhkannya dengan beragam cara indah dan penuh kejutan. Ini hanya sebagian dari keharuan dan kebahagiaan saya bersama mereka di Rumah Singgah BFLF kami tercinta.
Tentunya, sebuah kata belum tentu dapat mewakili sebuah rasa. Saya hanya ingin katakan saya bersyukur dan bahagia menjadi bagian dari pengurus Rumah Singgah Blood For Life Foundation Indonesia.
Terima kasih Allah. Engkau sebaik-baik cinta yang telah memberikan kami kekuatan untuk saling mencinta tanpa syarat dan menjadikan kami keluarga walau tanpa nasab.
Masyitah Alzeyra
(Pengurus Rumah Singgah BFLF)

Share this:

Tidak ada komentar