BFLF Jalin MoU dengan Rumah Zakat dalam Campaign Kebaikan

Foto bersama usai penandatanganan MoU Campaign Kebaikan antara BFLF dengan Rumah Zakat Rabu sore, di Kantor BFLF Indonesia, Banda Aceh (14/10). Foto: Desi Badrina

Banda Aceh- Dalam rangka penyelenggaraan Program Campaign Kebaikan di bidang kesehatan, Rumah Zakat melakukan MoU dengan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia, Rabu (14/10). MoU tersebut bertujuan menjaring lebih banyak mitra yang berhadapan langsung dengan masyarakat.


“Kami menyebut program ini Campaign Bersama, dalam membantu masyarakat yang mana, kami telah menyiapkan mekanismenya,” kata Riadi, Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh.


Riadi menjelaskan, mekanisme yang dimaksud yaitu Rumah Zakat telah menyiapkan crowdfunding lewat rencana sharing happiness dan telah bermitra dengan platform Kitabisa.com sebagai situs donasi dan penggalaman dana untuk program sosial.


Insyaallah, Bang Michael, selaku Direkter BFLF, yang mempunyai jaringan dan tempat, di mana masyarakat membutuhkan lebih mudah dijangkau, terutama untuk isu kesehatan, dapat menyalurkan bantuan dari program Campaign Kebaikan ini,” kata Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh.


Ia berharap, dengan adanya MoU ini, akan lebih banyak lagi Masyarakat Aceh yang awam bagaimana cara mendapatkan dana bantuan, dapat tertolong. Tidak hanya untuk isu kesehatan, tapi juga insfratruktur, lingkungan, ekonomi dan pendidikan.


“Khusus untuk pasien dan pendamping di Rumah Singgah BFLF, mungkin bantuan berupa apa yang mereka butuhkan selama mendampingi pasien,” tutup Riadi.


Pada kesempatan yang sama, Direktur BFLF Indoensia, Michael Oktaviano, mengucapkan terimakasih kepada Rumah Zakat karena telah ikut bersama-sama membantu meringankan beban dari pasein yang selama ini terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi lainnya.


“Selain itu banyak juga pasien yang membutuhkan obat yang lumayan mahal, tapi diluar tanggungan BPJS, dan MoU ini jelas sangat membantu sekali,” kata Direktur BFLF Indonesia.


Ia menambahkan, ada juga alat bantu untuk pasien, seperti alat bantu pendengaran dan lainnya yang tidak ditanggung BPJS yang mungkin harganya puluhan juta. Dengan adanya MoU ini, dia berharap semoga dapat mengabulkan harapan dari banyak pasien yang membutuhkan.  


“MoU ini juga sebuah kemajuan bagi BFLF, karena bisa belajar dengan sebuah lembaga besar seperti Rumah Zakat. Dan mudah-mudahan bisa men-support yang lainnya, karena dalam perjanjian ini, tidak hanya sebatas Aceh, tapi juga ada lima Rumah Singgah BFLF yang tersebar sampai ke Pulau Jawa dan nanti dapat disupport juga,” harap Michael.[] Desi Badrina 


Share this:

Tidak ada komentar