Cerita dari Teras Rumah Singgah BFLF



BFLF.OR.ID, Banda Aceh -- Sang suami sedang menemani istrinya yang sakit kanker. Beberapa hari terakhir kondisi sang istri memang sangat lemah. Pasien rumah singgah ini berasal dari Takengon, Aceh Tengah.

Lama saya pandangi sepasang suami istri itu.  Saat menyimak keduanya, saya mendengar suara batuk dan rintihan si ibu. Tak terasa, menetes air mata saya melihat mereka. Dalam hati saya berdoa, jangan ada lagi berita duka dari pasien rumah singgah BFLF setelah ini.


Sebab, dalam seminggu terakhir pada April 2019, sudah tiga orang pasien di rumah singgah meninggal dunia. Saya tak sanggup lagi melihat dan mendengar kabar duka berikutnya.

Padahal, ketika mereka datang, kami merima mereka dan mendapati pasien semangat untuk berobat dari kampung ke RSUZA di Banda Aceh.

Tiap sore, saat saya datang melihat mereka, kami selalu bercanda dan memberi semangat. Saya bilang, bahwa tak ada yang perlu ditakutkan selama berobat dan kemo. 

Kini, ia sedang berada di IGD RSUZA. Semoga Allah memberikan kesembuhan baginya. Karena Saya berharap bulan ini, tak ada lagi kabar duka ke empat, dari rumah singgah. Amiin ya rabbal 'alamin. (MO)

Cerita dari Teras Rumah Singgah BFLF Cerita dari Teras Rumah Singgah BFLF Reviewed by Blood for Life Foundation on 11:20 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.